Categories : Buku : Ku | Kami | Kita

 

Istilah zakat, infak, sedekah, dan wakaf bagi kaum muslimin tentunya sudah sering kita dengar, lihat, baca, dan amalkan. Namun, ketika ditanyakan secara lebih dalam makna dan arti Amal, Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf) ini, belum tentu kita bisa memberikan penjelasan dan perbedaannya. Nah atas dasar pengalaman pribadi juga, agar kita bisa lebih tepat menempatkan pilihan amal kebaikan apa yang lebih nyaman di hati alangkah lebih baik kita tinjau pengertian istilah-istilah tersebut berdasarkan pengertian baku sebagaimana tercantum dalam lema buku rujukan seperti kamus.
zakat-infak-sedekah-dan-wakaf-kbbiAda beberapa kamus yang bisa dijadikan referensi, namun ada lembaga di Indonesia yang memiliki otoritas menerbitkan secara resmi yaitu Pusat BahasaBerdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang saya gunakan, yaitu buku Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua terbitan Balai Pustaka, aplikasi software komputer Kamus Besar Bahasa Indonesia Luar Jaringan (Luring) atau KBBI offline 1.5, website kbbi.web.id dan aplikasi Android KBBI QTmedia arti amal, zakat, infak, sedekah dan wakaf adalah :

Amal

amal /a.mal/ n (1) perbuatan (baik atau buruk): ia dihormati orang krn — nya yg baik, bukan krn kedudukan atau kekayaannya; (2) perbuatan baik yg mendatangkan pahala (menurut ajaran agama Islam): berbuat — kpd fakir miskin; salat adalah — ibadat manusia kpd Allah; (3) yg dilakukan dng tujuan untuk berbuat kebaikan thd masyarakat atau sesama manusia (memberi derma, mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana alam, penyandang cacat, orang jompo, anak yatim piatu, dsb): membuka dompet — , mengumpulkan sumbangan melalui surat kabar untuk menyumbang korban banjir dsb: penjualan prangko –; penyelenggaraan pertunjukan –;

— ibadah Isl perbuatan yg merupakan pengabdian kpd Allah, spt salat dan zakat;
— jariah Isl perbuatan baik untuk kepentingan masyarakat (umum) yg dilakukan terus-menerus dan tanpa pamrih; perbuatan sosial;
— saleh Isl perbuatan yg sungguh-sungguh dl menjalankan ibadah atau menunaikan kewajiban agama spt perbuatan baik thd sesama manusia;beramal/ber·a·mal/ v 1 berbuat kebajikan; memberi sumbangan atau bantuan kpd orang miskin, organisasi sosial, dsb; 2 melakukan sesuatu yg baik, spt memberi nasihat, bekerja untuk kepentingan masyarakat, mengajarkan ilmu, mengaji; 3 berdoa, memohon kpd Tuhan: tebal imannya dan rajin ~; 4 berbuat amal;mengamalkan/meng·a·mal·kan/ v 1 melaksanakan; menerapkan: ~ ilmunya bagi masyarakat; 2 menunaikan (kewajiban, tugas, dsb): almarhum telah ~ kewajibannya sbg pahlawan bangsa; 3 menyampaikan (cita-cita, maksud, hasrat,dsb): pemuda yg kreatif itu hendak ~ gagasannya; 4 mendermakan; menyumbangkan: ia memutuskan akan ~ hadiah yg diterimanya untuk anak-anak cacat;

amalan/amal·an/ n 1 perbuatan (baik): tiap ~ yg baik ada pahalanya; 2 perbuatan, bacaan yg harus dikerjakan dl rangkaian ibadah, spt dl ibadah haji dan salat;

pengamal/peng·a·mal/ n 1 (orang) yg melaksanakan atau menerapkan suatu gagasan (doktrin, falsafah); pelaksana; penerap: alat negara seyogianya sekaligus berfungsi sbg penggerak dan ~ Pancasila; 2 (orang) yg beramal atau mengamalkan sesuatu (harta, ilmu);

pengamalan/peng·a·mal·an/ n 1 proses, cara, perbuatan mengamalkan, melaksanakan; pelaksanaan; penerapan; 2 proses, cara, perbuatan menunaikan (kewajiban, tugas); 3 proses, cara, perbuatan menyampaikan (cita-cita, gagasan); 4 proses, cara, perbuatan menyumbangkan atau mendermakan

Zakat

zakat /za.kat/ n (1) jumlah harta tertentu yg wajib dikeluarkan oleh orang yg beragama Islam dan diberikan kpd golongan yg berhak menerimanya (fakir miskin dsb) menurut ketentuan yg telah ditetapkan oleh syarak; (2) salah satu rukun Islam yg mengatur harta yg wajib dikeluarkan kpd mustahik;
fitrah zakat yg wajib diberikan oleh setiap orang Islam setahun sekali (pd Idulfitri) berupa makanan pokok sehari-hari (beras, jagung, dsb);
mal zakat yg wajib diberikan krn menyimpan (memiliki) harta (uang, emas, dsb) yg cukup syarat-syaratnya;
profesi zakat yg diberikan oleh setiap orang Islam, yg menyangkut imbalan profesi yg diterima, spt gaji dan honorarium

Infak

infak /in.fak/ n pemberian (sumbangan) harta dsb (selain zakat wajib) untuk kebaikan; sedekah; nafkah;

meng·in·fak·kan
v menyumbangkan (harta) untuk kepentingan umum

Sedekah

sedekah /se.de.kah/ n (1) pemberian sesuatu kpd fakir miskin atau yg berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dng kemampuan pemberi; derma; (2) selamatan; kenduri: — arwah; — kubur; (3) makanan (bunga-bunga dsb) yg disajikan kpd orang halus (roh penunggu dsb);
arwah sedekah yg diadakan untuk menghormati dan mendoakan orang yg meninggal;
bumi selamatan yg diadakan sesudah panen (memotong padi) sbg tanda bersyukur;
kubur selamatan pd ketika menguburkan mayat;
rebutan (1) sedekah yg diperebutkan oleh orang banyak; (2) perlombaan memanjat bambu atau batang pinang yg dilumuri dng lemak untuk mengambil sedekah berupa barang-barang hadiah yg digantungkan di puncaknya;

bersedekah /
ber·se·de·kah/ v (1) memberi sedekah; berderma; (2) berkenduri; berselamatan;

menyedekahi
/me·nye·de·kahi/ v (1) memberi sedekah kpd; menderma: tiap hari Jumat Ibu selalu – para pengemis; (2) mengadakan selamatan untuk: uang itu disediakan untuk – anaknya;

menyedekahkan /me·nye·de·kah·kan/ v memberi sesuatu sbg sedekah; mendermakan

Wakaf

wakaf /wa·kaf / n (1) tanah negara yg tidak dapat diserahkan kpd siapa pun dan digunakan untuk tujuan amal; (2) benda bergerak atau tidak bergerak yg disediakan untuk kepentingan umum (Islam) sbg pemberian yg ikhlas: tanah — ini disediakan untuk madrasah atau masjid; (3) hadiah atau pemberian yg bersifat suci;

berwakaf /ber·wa·kaf /v memberikan wakaf;

mewakafkan /me·wa·kaf·kan /v memperuntukkan bagi umum atau untuk keperluan yg berkaitan dng agama: Pak Haji Umar ~ tanahnya untuk masjid

 

Nah, sekarang setelah membaca uraian lema yang ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia, apakah Anda sudah lebih jelas mendapatkan pengertian amal, zakat, infak, sedekah, dan wakaf? Saya sendiri belum sepenuhnya paham dan mengerti.

Itu artinya kita masih harus bertanya dan belajar lagi kepada para alim ulama pada khususnya sebagai salah satu pihak yang memiliki kompetensi lebih di bidangnya untuk mendapatkan pemahaman serta pengertian yang lebih dalam akan istilah-istilah tersebut. Pada konteks lebih luas, hal ini tentunya diperlukan, salah satunya adalah agar kita bisa lebih mengerti dan memahami mengapa sebuah lembaga atau organisasi memilih bidang dakwah yang mengkhususkan di salah satu jenis amal, atau di semua jenis pilihan.

Silakan Like, Share, dan Comment jika ingin berbagi info ini... semoga bermanfaat

 Posted on : June 17, 2015

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.